coba dicek...

Selasa, 20 Juni 2017

Pengolahan Air Danau

A.                KARAKTERISTIK (AIR DANAU)
Karakteristik air danau umumnya menyerupai air sungai, yaitu terdapat kandungan koloid. Karakteristik yang spesifik adalah kandungan oksigen rendah karena umumnya air danau relatif tidak bergerak, sehingga kurang teraerasi. Air danau adalah termasuk jenis air permukaan yang terkumpul dalam suatu cekungan dari permukaan bumi yang disebut danau atau telaga. Di Indonesia air danau juga dipakai sebagai sumber air minum.
Kadang-kadang kapasitas air danau berfluktuasi dari tahun ke tahun dan juga pada situasi khusus/tidak biasa air danau menjadi kering, karena musim kering yang melampaui batas. Kondisi danau dipengaruhi oleh berbagai faktor alami maupun bukan alami yang ada di danau ataupun berada di daerah tangkapan air (catchment area). Faktor alami antara lain tanah, kelerengan, geologi dan meteorologi, sedangkan faktor yang dipengaruhi oleh manusia adalah perubahan tata guna lahan, dan pertanian. Faktor-faktor tersebut saling berpengaruh antara satu dengan lainnya, yang akhirnya juga mempengaruhi danau merupakan satu kesatuan sistem hidrologi dengan daerah tangkapan airnya.
Pada umumnya kedalaman danau bervariasi antara 50 – 200 m, akan tetapi banyak juga yang mempunyai kedalaman lebih rendah dari 50 m. Sampai saat ini sebagaian besar dari danau belum diketahui volumenya dengan pasti, demikian juga halnya presipitasi, evaporasinya serta debit inflow dan outflow-nya. Dengan demikian waktu tinggal air danau tidak diketahui sehingga daya tampung beban pencemaran tidak diketahui dan sekaligus pemanfaatan bagi berbagai keperluan sulit untuk diprogramkan.
Kebanyakan air danau berwarna karena adanya pembusukan zat-zat organik yang tinggi sehingga kelarutan O2 sangat kecil. Fe dan Mn yang terkandung juga tinggi. Pada permukaan air ditumbuhi algae (lumut), karena adanya sinar matahari dan oksigen terlarut didalamnya. Jadi untuk pengambilan air, sebaiknya pada kedalaman tertentu, ditengah-tengah agar endapan Fe dan Mn tidak terbawa, demikian pula dengan lumut di permukaan rawa.
B.                 ALTERNATIF PENGOLAHAN
Karakteristik air baku yang diambil (Danau)

No
Parameter
Satuan
No.907/
MENKES/SK/VII/
2002
Hasil
Pemeriksaan
1.
2.


1.
2.
3.

1.
2.
3.


E-Coli
Algae

A.    FISIKA
Bau
Kekeruhan
Warna
B.     KIMIA(anorganik)
Besi(Fe)
Mangan(Mn)
pH


Jml/100ml
-


-
NTU
Skala TCU

Mg/L
Mg/L
-
0



Tidak Berbau
5
15

0.3
0.1
6,5 – 8,5



55
banyak


Berbau
45
30

0,5
0,3
6,5

Dari hasil pemeriksaan yang didapat, maka direncanakan 3 alternatif, adapun sistem pengolahan yang direncanakan sebagai berikut :
Alternatif pengolahan 1
Koagulasi/flokulasi
Intake
Sedimentasi
Reservoir
Desinfeksi
Filtrasi
Konsumen
Aerasi
                                                    Koagulan

 Danau                                                                                                                      


                                                                                      Desinfektan

 


                                                     

Alternatif pengolahan 2
                    
sedimentasi
Intake


 


Danau                                                                                                                      

                                                                                                                   Desinfektan
 


Reservoir
Desinfeksi
filtrasi
 
   Konsumen


Alternatif pengolahan 3
                           
                                                              Pra clorinasi             Koagulan
Koagulasi/flokulasi
 



 Danau                                                                                                                      
 



                                                                                  Desinfektan
Sedimentasi
Reservoir
Micro screenig
Konsumen
Filtrasi
 



                                                     

                                                                                                                                                            

Ø  Dari ke – 3 alternatif diatas kami memilih menggunakan alternatif ke – 3 karena dengan mempertimbangkan biayanya dan efisien penggunaannya. Untuk skala pengolahan air minum sederhana alternatif 3 sudah dapat menghasilkan air minum yang memenuhi syarat, dengan desain unit pengolahan yang sederhana dan tentu tidak membutuhkan lahan yang luas juga pertimbangan biaya pembangunan dan operasional yang cukup murah.
1.      Direct Intake
Merupakan bangunan pengambilan air baku untuk air dari permukaan seperti dari air sungai, danau dan waduk. Konstruksi intake disesuaikan menurut konstruksi bangunan air, dan umumnya secara kualitas airnya kurang baik namun biasanya secara kuantitas airnya cukup banyak. Pompa yang di gunakan adalah Pompa Submersible, ditempatkan dibawah permukaan air.
-          Screen
Unit operasi terdepan dalam suatu instalasi pengolahan air adalah unit Saringan (Screen). Suatu Screen adalah suatu alat dengan bukaan (opening) dengan ukuran yang seragam berfungsi untuk menahan padatan yang terdapat dalam air baku Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM). Penyaringan kasar (screening) dimaksudkan untuk menyaring benda-benda kasar terapung atau melayang di air agar tidak terbawa ke dalam unit pengolahan. Contoh benda – benda kasar yaitu daun, plastik, kayu, kain, botol plastik, bangkai binatang, dan sebagainya. Screening biasanya menjadi bagian dari suatu bangunan penyadap air (intake, Gambar 1), yang terdiri atas batang-batang besi yang disusun berjajar/paralel (selanjutnya disebut screen). Screening juga sering ditempatkan pada saluran terbuka yang menghubungkan sungai (sumber air) menuju ke bak pengumpul.














Gambar. 1. Screen di intake

Tidak ada komentar:

Posting Komentar