A.
KARAKTERISTIK
(AIR
DANAU)
Karakteristik
air danau umumnya menyerupai air sungai, yaitu
terdapat kandungan koloid. Karakteristik yang spesifik adalah kandungan oksigen
rendah karena umumnya air danau relatif tidak bergerak, sehingga kurang
teraerasi. Air danau adalah termasuk jenis air permukaan yang terkumpul dalam
suatu cekungan dari permukaan bumi yang disebut danau atau telaga. Di Indonesia
air danau juga dipakai sebagai sumber air minum.
Kadang-kadang kapasitas air danau berfluktuasi dari
tahun ke tahun dan juga pada situasi khusus/tidak biasa air danau menjadi
kering, karena musim kering yang melampaui batas. Kondisi danau dipengaruhi
oleh berbagai faktor alami maupun bukan alami yang ada di danau ataupun berada
di daerah tangkapan air (catchment area). Faktor alami antara lain tanah,
kelerengan, geologi dan meteorologi, sedangkan faktor yang dipengaruhi oleh
manusia adalah perubahan tata guna lahan, dan pertanian. Faktor-faktor tersebut
saling berpengaruh antara satu dengan lainnya, yang akhirnya juga mempengaruhi
danau merupakan satu kesatuan sistem hidrologi dengan daerah tangkapan airnya.
Pada umumnya kedalaman danau
bervariasi antara 50 – 200 m, akan tetapi banyak juga yang mempunyai kedalaman
lebih rendah dari 50 m. Sampai saat ini sebagaian besar dari danau belum
diketahui volumenya dengan pasti, demikian juga halnya presipitasi,
evaporasinya serta debit inflow dan outflow-nya. Dengan demikian waktu tinggal
air danau tidak diketahui sehingga daya tampung beban pencemaran tidak
diketahui dan sekaligus pemanfaatan bagi berbagai keperluan sulit untuk
diprogramkan.
Kebanyakan air
danau berwarna karena adanya pembusukan zat-zat organik yang tinggi
sehingga kelarutan O2 sangat
kecil. Fe dan Mn yang terkandung juga tinggi. Pada permukaan air ditumbuhi algae (lumut), karena adanya sinar
matahari dan oksigen terlarut didalamnya. Jadi untuk pengambilan air, sebaiknya
pada kedalaman tertentu, ditengah-tengah agar endapan Fe dan Mn tidak terbawa,
demikian pula dengan lumut di permukaan rawa.
B.
ALTERNATIF
PENGOLAHAN
Karakteristik air baku
yang diambil (Danau)
|
No
|
Parameter
|
Satuan
|
No.907/
MENKES/SK/VII/
2002
|
Hasil
Pemeriksaan
|
|
1.
2.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
|
E-Coli
Algae
A.
FISIKA
Bau
Kekeruhan
Warna
B.
KIMIA(anorganik)
Besi(Fe)
Mangan(Mn)
pH
|
Jml/100ml
-
-
NTU
Skala
TCU
Mg/L
Mg/L
-
|
0
Tidak
Berbau
5
15
0.3
0.1
6,5 –
8,5
|
55
banyak
Berbau
45
30
0,5
0,3
6,5
|
Dari hasil pemeriksaan yang didapat, maka direncanakan 3
alternatif, adapun sistem pengolahan yang direncanakan sebagai berikut :
Alternatif
pengolahan 1
|
Koagulasi/flokulasi
|
|
Intake
|
|
Sedimentasi
|
|
Reservoir
|
|
Desinfeksi
|
|
Filtrasi
|
|
Konsumen
|
|
Aerasi
|
Danau
Desinfektan
Alternatif
pengolahan 2
|
sedimentasi
|
|
Intake
|
Desinfektan
|
Reservoir
|
|
Desinfeksi
|
|
filtrasi
|
Alternatif
pengolahan 3
Pra clorinasi Koagulan
|
Koagulasi/flokulasi
|
Desinfektan
|
Sedimentasi
|
|
Reservoir
|
|
Micro
screenig
|
|
Konsumen
|
|
Filtrasi
|
Ø Dari
ke – 3 alternatif diatas kami memilih menggunakan alternatif ke – 3 karena dengan
mempertimbangkan biayanya dan efisien penggunaannya. Untuk skala pengolahan air
minum sederhana alternatif 3 sudah dapat menghasilkan air minum yang memenuhi
syarat, dengan desain unit pengolahan yang sederhana dan tentu tidak
membutuhkan lahan yang luas juga pertimbangan biaya pembangunan dan operasional
yang cukup murah.
1.
Direct Intake
Merupakan bangunan
pengambilan air baku untuk air dari permukaan seperti dari air sungai, danau
dan waduk. Konstruksi intake disesuaikan menurut konstruksi bangunan air, dan
umumnya secara kualitas airnya kurang baik namun biasanya secara kuantitas
airnya cukup banyak. Pompa
yang di gunakan adalah Pompa Submersible, ditempatkan dibawah
permukaan air.
-
Screen
Unit operasi terdepan dalam
suatu instalasi pengolahan air adalah unit Saringan (Screen). Suatu Screen
adalah suatu alat dengan bukaan (opening) dengan ukuran yang seragam
berfungsi untuk menahan padatan yang terdapat dalam air baku Instalasi
Pengolahan Air Minum (IPAM). Penyaringan kasar (screening) dimaksudkan
untuk menyaring benda-benda kasar terapung atau melayang di air agar tidak
terbawa ke dalam unit pengolahan. Contoh benda – benda kasar yaitu daun,
plastik, kayu, kain, botol plastik, bangkai binatang, dan sebagainya. Screening
biasanya menjadi bagian dari suatu bangunan penyadap air (intake, Gambar 1),
yang terdiri atas batang-batang besi yang disusun berjajar/paralel (selanjutnya
disebut screen). Screening juga sering ditempatkan pada saluran terbuka yang
menghubungkan sungai (sumber air) menuju ke bak pengumpul.
Gambar.
1. Screen di intake
Tidak ada komentar:
Posting Komentar