Kesadaran dan Lingkungan
Kemajuan
teknologi yang sangat pesat menyebabkan kemajuan disegala bidang, dan sekaligus
menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Dampak kemajuan teknologi yang sangat
menonjol ini menjadi dampak global, sehingga dewasa ini menjadi perhatian semua
Negara di dunia. Dampak lingkungan hidup yang sudah mengglobal ini tidak
semata-mata akibat kemajuan teknologi yang pesat, tetapi akibat ulah
manusianya. Teknologi diciptakan untuk membantu meningkatkan raraf hidup
manusia. Pembangunan dilaksanakan untuk kesejahteraan umat manusia dengan
menggunakan teknologi. Oleh karena itu, semua usaha pembangunan yang dilakukan
manusia hendaknya memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Dapat dikatakan
bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek itu sangat penting, dan karena itu
tergantung pada manusia yang menggunakan iptek itu. Bila manusia menggunakan
iptek untuk kepentingan umat, makaperlu didukung, tetapi sebaliknya, bila
penggunaan iptek untuk kepentingan diri sendiri dan merugikan kepentingan umat
manusia, maka tidak perlu didukung bahkan hendanknya disingkirkan dari pola pikir
demikian.
Masalah lingkungan
hidup merupakan gejala dari sikap pengliahatan pembangunan yang kurang
menyadari pentingya pelestarian lingkungan. Maksudnya sebenarnya masalah
lingkungan penyebab utamanya manusia. Manusia tidak memiliki etika lingkungan
yang benar. Etika lingkugan yang dimiliki selama ini adalah etika lingkungan yang
keliru atau salah , yang menyatakan
bahwa manusia bukan bagian dari alam, tatapi sebagai mahkluk yang
berkuasa, penakluk dan pengatur alam. Etika lingkungan seperti ini menjadikan
manusia bersikap superior terhadap alam. Sikap dan nilai seperti ini
menunjukkan sifat kebinatangan.
Kita mengetahui secara jelas krisis kependudukan dan krisis lingkungan
hidup yang sedang dan akan dihadapi oleh umat manusia. Penyebab dan akibat krisis
telah diselidiki oleh berbagai penelitian. Berdasarkan data dan kesimpulan peneliatan menyadarkan
para pemimpin dunia bahwa rmalan akan bahaya dan malapetaka ytng terjadi dibumi
ini sangat mengerikan. Pada tahun 1965 dilakukan penelitan oleh kelompok roma, dilaporkan
oleh meadow donella H. dlam bukunya The Limit To Growth dikemukakan pertumbuhan
eksponensial dari lima faktor kehidupan manusia yang slaing berhubungan yaitu :
Pertumbuhan Pnduduk, produksi pangan,,pertumbuhan industry, pengggunaan sumber
daya alam dan pencemaran lingkungan. Akibat dari pertumbuhan eksponensial itu
adalah akan membahayakan kehidupan manusia. ramalan yng suram mengemukakan
bahwa jika pertumbuhan kelima faktor diatas tetap berjalan seperti seperti
sekarang, maka pada tahun 2055 manusia akan menghadapi ambruknya system kehidupan
di planer bumi ini. Didahuli oleh bendara dan malapetaka yang sangat merugikan.
Menurut Lester R. Brown dalam bukunya
Dunia penuh ancaman (1987), dikatakan
bahwa krusakan lingkungan ditanah, air, dan udara, betul-betul sangat
mencemaskan. Salah satu kekuatiran yang dkuemukakan adalah gawatnya peningkatan
karbondioksida CO2 diatmosfir terhadap system
kehidupan di planet bumi ini. Peningkatan CO2 di atmosfir disebabkan oleh
kerusakan hutan dan pemakaian bahan bakar fosil data yang diperoleh pada tahun
1900-1980 peningkatan pemakaian bahan bakar fosil 4% per tahun, sehingga
ditahun 2030 kadar karbondioksida diudara diperkirankan akan meningkat 3°C
dalam masa 45 tahu berikut. (maftuchah
yusuf),1991). Peningkatan suhu bumi membawa pengaruh bermacam – macam,
salah satunya adalah kenaikan permukaana laut 5-7 Meter. Masalah – maslah ini baru
merupakan puncak kecil gunung es suatu bagian kecil dari malapetaka yang belum
kelihatan yaitu :kehancuran potensial dari system keseimbangan alam harus ada
untuk memperhatikan system kehidupan diatas planet bumi ini. Ancaman dari
selurh aspek perlukdisadari dan dihadapi.
Haskarlianus pasang dalam
bukunya berjudul menyelamakan lingkungan dibumi indonsesia tahun (2002),
menekankan tentang kemerosotan sumber daya alam, pemanasan global yang mengakibatkan
perubahan iklim. peningkatan kandungan gas-gas rumah kaca di atmosfir. Dampak peubahan
iklim bagi manusia dan aktivitasya adalah : Kenaikan permukaan air laut,
merosotnya ketersedianaan air bersih. Gangguan pada ekosistem alam dan
gangguang kesehatan . penyakit malaria dan demam berdarah menebar ke
wilayah-wilayah baru, ekosistem hutan terancam, terumbu karang teramcam, lubang
pada lapisan ozon makin lebar. Polusi akibaft limbah rumah tangga dan limbah
beracun lainnya makin meningkat. Inti permasalahan lingkungan hidup menurut
otto soemarwoto (1987) adalah hubungan mahkluk hidup khususnya manusia
dengan lingkungan hidupnya. Manusia
hendaknya menyadari bahwa ia tidak bisa hidup tanpa lingkungan nya dan ia harus
sadar pula bahwa dia yang membutuhkan lingkungan, bukan lingkungan yang
membutuhkan dia.
Daftar Pustaka, : Prof.Dr.Ir. Amos Neolaka. M.Pd,(2008), Kesadaran Lingkungan. Jakarta : Rineka Cipta
Daftar Pustaka, : Prof.Dr.Ir. Amos Neolaka. M.Pd,(2008), Kesadaran Lingkungan. Jakarta : Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar