coba dicek...

Kamis, 19 Maret 2015

Pengertian Sampah



Pengertian dan Pengelolaan Sampah

A.      Sampah
Beberapa pengertian tentang sampah :
a.       Sampah merupakan bahan sisa , baik bahan-bahan yang sudah tidak digunakan lagi (barang bekas) Maupun bagian yang sudah diambil bagian utamanya.
b.      Dari segi ekonomi, sampah adalah bahan yagn sudah tidak ada harganya.
c.       Dari segi lingkungan, sampah adalah bahan buangan yang tidak berguna dan banyak menimbulkan masalah pencemaran dan gangguan pada kelestarian lingkungan.
Dari uraian diatas maka dapat dibuat suatu batasan masalah yang definitive tentang sampah yaitu : sisa-sisa bahan yang mengalami perlakuan perlakuan baik karena telah diambil bagian utamanya atau karena pengolahan atau karena sudah tidak ada manfaatnya yang ditinjau dari segi sosial ekonomis tidak ada harganya dari segi lingkungan dapat menimbulkan pencemaran atau gangguan kelestarian (Soewedo, 1983).
B.      Sumber dan Kualifikasi sampah
Sampah dapat dijumpai di segala tempat dan hampir disemua kegiatan. Berdasarkan sumber/asalnya , maka sampah dapat digolongakn sebagai berikut:
1.       Sampah dari hasil kegiatan rumah tangga termasuk didalam hal ini adalah sampah dari asrama, hotl-hotel dan perkantoran.
2.       Sampah dari kegiatan industri/pabrik.
3.       Sampah dari hasil kegiatan pertanian, yang meliputi perkebunan, kehutanan, perikanan dan pertanian.
4.       Sampah dari hasil kegiatan perdagangan, misalnya sampah pasar dan sampah toko.
5.       Sampah dai kegiatan pembangunan.
6.       Sampah jalan raya.
Pembagian sampah berdasarkan jenisnya dapat ditinjau dari beberapa segi, tergantung pada maksud atau tujuan pengelompokan itu.
1.       Menurut bentuk/asal sumber :
a.       Kayu                              : Asal produk kayu
b.      Pertanian                    : asal tumbuh-tumbuhan
c.       Logam                           : asal industry
2.       Berdasarkan asal pemakai/sumber sampah :
a.       Domestik (Permukiman)
b.      Komersial ( Toko, daerah perdagangan)
c.       Sisa-sisa kotoran
d.      Buangan pada industri
e.      Lain-lain (Jalan Utama, pasar)
f.         
3.       Berdasarkan cara pengumpulan dan pengolahan menyurut Benny Chatib, 1986 :
a.      Classified Refuse
i.      Garbage (sampah kering)
ii.     Rubbish (sampah basah)
b.      Sub Refuse
i.      Combustible (dapat dimusnahkan)
ii.     Non Combustible ( Tidak dapat dimusnahkan)
iii.   Ashes ( Debu)

C.      Sifat Sampah
Menurut sifatnya , sampah dapa dibedakan mejadi 2 macam sampah yang sifatnya berlainan , yaitu :
1.       Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang mengandung senyawa- senyawa organik, dan oleh karenanya tersusun oleh unsur unsur karbon, hydrogen dan oksigen. Sampah organic ini terdiri atas daun-daun, kayu , kertas, karton, tulang, sisa-sisa makanan ternak ,sayuran dan buah-buahan.
2.       Sampah Anorganik
Sampah anorganik adalah sampah atau bahan-bahan yang tidak tersusun oleh senyawa-senyawa organic, antara lain yaitu kaleng, besi dan logam-logam lainnya, kaca, dan mika. Sampah anorganik tidak dapat didegradasi oleh mikrobia.

D.      Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah dibagi menjadi  3 hal, yaitu :
1.       Penyimpanan sampah (Refuse Storage)
Maksudnya adalah tempat sampah sementara, sebelum sampah tersebut dikumpulkan untuk kemudian diangkut serta dibuang (dimusnahkan.)
2.       Pengumpulan Sampah
Sampah yang disimpan sementara dirumah, kantor atau restorann yang selanjutnya dikumpulkan untuk kemudian diangkut dan dibuang atau dimusnahkan.
3.       Sampah yang telah dikumpulkan selanjutnya perlu dibuang untuk dimusnahkan. Pembuangan sampah biasanya dilakukan didaerah tertentu sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kesehatan manusia
Pengolahan sampah yang sering dilakukan antara lain :
1.       Composting, yaitu memanfaatkan sampah menjadi kompos.
2.       Resource Recovery  yaitu memperbaiki barang yang rusak sehingga dapat digunakan lagi dan tidak perlu dibuang.
3.       Pulverisation, yaitu pemanfaatan ulang sampah dengan cara mengubahnya kedalam bentuk lain.
http://payripo.com/?share=198312
4.       Inceneration, yaitu membakar sampah baik secara terbuka maupun ditempat khusus.

Mau Browsing Sambil Kerja???? Klik Gambar Ini!!!!

Senin, 16 Maret 2015

Mengenal Air

Free Job For  You!!!!
Free Job For You!!!
Air adalah sumber kehidupan dan sangat penting bagi kehidupan manusia. Didalam tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, tubuh orang dewasa sekitar 55-60% berat badan terdiri dari air, sedangkan anak-anak sekitar 65% dan bayi sekitar 80%. Setiap hari manusia mengkonsumsi sekitar 2,5 Liter air (Yayan Suraya, 2001). Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks, antara lain untuk minum, masak, mandi, mencuci dan sebagainya. Dengan demikian untuk kelangsungan hidup, air harus tersedia dalam jumlah yang cukup dan berkualitas yang sangat memadai. Air yang kualitasnya baik disebut air bersih. Dalam kehidupan sehari-hari, pengertian air bersih adalah air yang dapat digunakan sehari-hari untuk keperluan memasak, minum dan mencuci tanpa harus diolah dan dibersihkan (secara fisik dan kimia) terlebih dahulu (yayan Sunarya, 2001). Menurut WHO, dinegara-negara maju, tiap orang memerlukan air antara 60-120 Liter perhari, sedangkan dinegara-negara berkembang termasuk Indonesia orang memerlukan air 30-60 Liter perhari. 

Air merupakan satu diantara sekian banyaknya senyawa kimia yang ada dipermukaan bumi ini dengan rusmus molekul H2O. Bahwa satu molekul air tersusun dari dua atom hydrogen yang teikat secara kovalen dengan satu atom oksigen. Air memiliki sifat fisik tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa pada keadaaan standar yaitu pada tekanan 100 KPa(1 bafr) dan suhu 273,15 K. 

Air juga adalah zat pelarut universal Karena air dapat melarutkan berbagai jenis zat kimia lain. Air berada dalam kesetimabangan dinamis antara fase cair dan padat dibawah tekannan dan suhu standar. Dalam bentuk ion air dapat dideskripsikan sebagai ion hydrogen (H+) yang berasosiasi atau berikatan dengan sebuah ion hidroksida (OH-). Berdasarkan sifat mudah atau tidaknya suatu zat melarut didalam air, maka ada zat terlarut bersifat hidrofilik (sukar tercampur dengan air) dan ada zat yang bersifat hidrofobik (sukar tercampur dengan air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut membandingi kekuatan gaya tarik menarik listrik antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu membandingi gaya tarik menarik antra molekul air, maka molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap didalam air. Dalam kondisi normal, air tidak pernah ditemukan dalam keadaan murni, bahan-bahan kimia selalu ditemukan dalam bentuk terlarut atau tersusupensi (Mihali). 
Air dapat dibagi berdasarkan sumbernya : 
1. Air laut, air laut memiliki rasa asin karena mengandung senyawa garam murni (NaCl) yang cukup tinggi. Menurut beberapa sumber penelitian, kadar garam murni air laut bekisar 3% dari jumlah total keseluruhan air laut. Karena rasanya yang asin, untuk menjadikan air laut sebagai air minum diperlukan sebuah teknologi terapan untuk menfilter sekaligus destilasi (penyulingan) air untuk menghilangkan kadar garam yang tinggi. Untuk saat ini, beberapa Negara ditimur tengah telah mengembangkan teknologi filterisasi dan destilasi yang mampu mengubah air laut menjadi air minum.
2. Air hujan, air hujan merupakan proses penguapan (evaporasi) air dipermukaan bumi akibat pemanasan oleh sinar matahari. Dalam keadaan ideal (tanpa pencmaran air, air hujan merupakan air bersih dan dapat langsung dikonsumsi oleh manusia. Namun pada saat evaporasi berlangsung, air yang menguap sudah tercemar. Selain itu, air hujan yng turun juga tercemar oleh polusi udara, akibatnya air hujan tidak bersifat netral lagi (pH=7) melainkan bersifat asam. 
3. Air Permukaan, air permukaan adalah semua air yang terdapat dipermukaan tanah, antara lain sumur, sungai, rawa dan danau. Air permukaan berasal dari air hujan yang meresap dan membentuk mata air digunung atau hutan, kemudian mengalir dipermukaan bumi dan membentuk sungai atau mengumpul ditempat cekung membentuk danau ataupun rawa. Pada umumnya air permukaan tampak kotor dan berwarna (tidak bening). Hal itu terjadi akibat kotoran, pasir dan lumpur yang ikut terbawa oleh liran air. Air pemukaan dibagi menjadi dua yaitu air sungai dan air danau/rawa. 4. Air tanah, Menurut defenisi undang-undang sumber daya air, air tanah merupakan air yang terdapat didalam lapisan tanah atau bebatuan dibawah permukaan tanah. Air tanah berasal dari air hujan yang meresap dekalam tanah. Dalam proses peresapan tersebut, air tanah mengalami penyaringan oleh lapisna-lapisan tanah. Air tanah lebih jernih dibandingkan air permukaan. Air tanah memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. Sifat dan kandungan mineral air tanah antara lain Na, Mg, Ca, Fe, dan O2. Air tanah digolongkan menjadi 3 yaitu Air Tanah Dangkal, Air Tanah Dalam dan Mata Air. 
Demikian sedikit cerita tentang zat terpenting didalam tubuh manusia, Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 14 Maret 2015

Kesadaran Masyarakat dan Lingkungan



Kesadaran dan Lingkungan

Kemajuan teknologi yang sangat pesat menyebabkan kemajuan disegala bidang, dan sekaligus menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Dampak kemajuan teknologi yang sangat menonjol ini menjadi dampak global, sehingga dewasa ini menjadi perhatian semua Negara di dunia. Dampak lingkungan hidup yang sudah mengglobal ini tidak semata-mata akibat kemajuan teknologi yang pesat, tetapi akibat ulah manusianya. Teknologi diciptakan untuk membantu meningkatkan raraf hidup manusia. Pembangunan dilaksanakan untuk kesejahteraan umat manusia dengan menggunakan teknologi. Oleh karena itu, semua usaha pembangunan yang dilakukan manusia hendaknya memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek itu sangat penting, dan karena itu tergantung pada manusia yang menggunakan iptek itu. Bila manusia menggunakan iptek untuk kepentingan umat, makaperlu didukung, tetapi sebaliknya, bila penggunaan iptek untuk kepentingan diri sendiri dan merugikan kepentingan umat manusia, maka tidak perlu didukung bahkan hendanknya disingkirkan dari pola pikir demikian.
Masalah lingkungan hidup merupakan gejala dari sikap pengliahatan pembangunan yang kurang menyadari pentingya pelestarian lingkungan. Maksudnya sebenarnya masalah lingkungan penyebab utamanya manusia. Manusia tidak memiliki etika lingkungan yang benar. Etika lingkugan yang dimiliki selama ini adalah etika lingkungan yang keliru atau salah , yang menyatakan  bahwa manusia bukan bagian dari alam, tatapi sebagai mahkluk yang berkuasa, penakluk dan pengatur alam. Etika lingkungan seperti ini menjadikan manusia bersikap superior terhadap alam. Sikap dan nilai seperti ini menunjukkan sifat kebinatangan.
Kita mengetahui secara jelas krisis kependudukan dan krisis lingkungan hidup yang sedang dan akan dihadapi oleh umat manusia. Penyebab dan akibat krisis telah diselidiki oleh berbagai penelitian. Berdasarkan  data dan kesimpulan peneliatan menyadarkan para pemimpin dunia bahwa rmalan akan bahaya dan malapetaka ytng terjadi dibumi ini sangat mengerikan. Pada tahun 1965 dilakukan penelitan oleh kelompok roma, dilaporkan oleh meadow donella H. dlam bukunya The Limit To Growth dikemukakan pertumbuhan eksponensial dari lima faktor kehidupan manusia yang slaing berhubungan yaitu : Pertumbuhan Pnduduk, produksi pangan,,pertumbuhan industry, pengggunaan sumber daya alam dan pencemaran lingkungan. Akibat dari pertumbuhan eksponensial itu adalah akan membahayakan kehidupan manusia. ramalan yng suram mengemukakan bahwa jika pertumbuhan kelima faktor diatas tetap berjalan seperti seperti sekarang, maka pada tahun 2055 manusia akan menghadapi ambruknya system kehidupan di planer bumi ini. Didahuli oleh bendara dan malapetaka yang sangat merugikan. Menurut Lester R. Brown dalam bukunya Dunia penuh ancaman (1987), dikatakan bahwa krusakan lingkungan ditanah, air, dan udara, betul-betul sangat mencemaskan. Salah satu kekuatiran yang dkuemukakan adalah gawatnya peningkatan karbondioksida CO2 diatmosfir  terhadap system kehidupan di planet bumi ini. Peningkatan CO2 di atmosfir disebabkan oleh kerusakan hutan dan pemakaian bahan bakar fosil data yang diperoleh pada tahun 1900-1980 peningkatan pemakaian bahan bakar fosil 4% per tahun, sehingga ditahun 2030 kadar karbondioksida diudara diperkirankan akan meningkat 3°C dalam masa 45 tahu berikut. (maftuchah yusuf),1991). Peningkatan suhu bumi membawa pengaruh bermacam – macam, salah satunya adalah kenaikan permukaana laut 5-7 Meter. Masalah – maslah ini baru merupakan puncak kecil gunung es suatu bagian kecil dari malapetaka yang belum kelihatan yaitu :kehancuran potensial dari system keseimbangan alam harus ada untuk memperhatikan system kehidupan diatas planet bumi ini. Ancaman dari selurh aspek perlukdisadari dan dihadapi.
Haskarlianus pasang dalam bukunya berjudul menyelamakan lingkungan dibumi indonsesia tahun (2002), menekankan tentang kemerosotan sumber daya alam, pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. peningkatan kandungan gas-gas rumah kaca di atmosfir. Dampak peubahan iklim bagi manusia dan aktivitasya adalah : Kenaikan permukaan air laut, merosotnya ketersedianaan air bersih. Gangguan pada ekosistem alam dan gangguang kesehatan . penyakit malaria dan demam berdarah menebar ke wilayah-wilayah baru, ekosistem hutan terancam, terumbu karang teramcam, lubang pada lapisan ozon makin lebar. Polusi akibaft limbah rumah tangga dan limbah beracun lainnya makin meningkat. Inti permasalahan lingkungan hidup menurut otto soemarwoto (1987) adalah hubungan mahkluk hidup khususnya manusia dengan  lingkungan hidupnya. Manusia hendaknya menyadari bahwa ia tidak bisa hidup tanpa lingkungan nya dan ia harus sadar pula bahwa dia yang membutuhkan lingkungan, bukan lingkungan yang membutuhkan dia.

Daftar Pustaka, : Prof.Dr.Ir. Amos Neolaka. M.Pd,(2008), Kesadaran Lingkungan. Jakarta : Rineka Cipta

Klik !!! Browsing Sambil dibayar $

Kamis, 12 Maret 2015

Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat




Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
A.      Pendahuluan
Keadaan lingkungan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Banyak aspek kesejahteraan manusia dipengaruhi oleh lingkungan, dan banyak penyakit dapat dimulai, dikukung, ditopang atau dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan. Contoh dramatis adalah keracunan Methyl Mercury yang terjadi pada penduduk di sekitar Minamata (Jepang) akibat mengkonsumsi ikan yang berasal dari pantai yang tercemar Mercury (air raksa). Dari bencana ini 41 orang meninggal dan juga terjadi cacat tubuh pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu yang mengkomsumsi ikan yang tekontaminasi Mercury tersebut. Dengan alasan tersebut, interaksi antara manusia dan lingkungannya merupakan komponen penting dari kesehatan masyarakat.
B.      Kesehatan dan Penyakit
Moeller (1992) , menyatakan “In it broadsense environmental health is the segmen of public health that is concerned with assessing, understanding dan ment and the impacts of peoole on them” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan lingkungan merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang memberi perhatian pada penilaian, pemahaman , dan pengendalian dampak manusia pada linkungan dan dampak lingkungan pada manusia.
Menurut Notoatmodjo (1996), Kesehatan lingkungan pada hakekatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimum pula.
 Apa yang dimaksud dengan kesehatan ????. WHO mendefienisikan kesehatan sebagai “ a state of complete physical, mental , and social well-being, not merely the ab-sence of desease or infirmity”. Berarti kesehatan adalah kondisi fisik, mental dan sosial yang sempurna, bukan hanya ketidak hadiran penyakit belaka.
Pengertian Penyakit Menurut Cunningham & Saigo (2001), “ a disease is a deletoriuos change in the bodys condition in response to an eviromental factor that could be nutritional, chemichal, biological, or Phisical. Dengan kata lain penyakit merupakan perubahan yang menggangu kondisi tubuh sebagai respon dari faktor lingkungan yang mungkin berupa nutrisi, kimia, biologi atau psikologi.
Kesehatan manusia hanya mampu dipengaruhi oleh konsisi lingkungan jika manusia itu terpapar (exposed) terhadap factor lingkungan pada tingkat yang tidak dapat ditenggang keberadaannya. Pemaparan faktor-faktor lingkungan yang terjadi pada manusia bisa berasal dari Makanan,Air, Tanah, dan Udara. Sedangkan jalur pemaparannya yaitu melalui Saluran Pencernaan, Saluran Pernafasan dan Kulit.


C.      Lingkungan Hidup.
Undang- Undang RI No.23 Tahun 1997 Pasal 1 ayat 1 Menyebutkan : “Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, Keadaan dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lainnya.”
Interaksi manusian dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai ia meninggal dunia. Hal ini disebabkan karena manusia memerlukan daya dukung unsur-unsur lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan yang ada didalamya sering di istilahkan dengan daya dukung lingkungan, daya toleransi dan daya tenggang, yang dalam istilah asing disebut rying capacity. Lingkungan tidak dapat mendukung jumlah kehidupan yang tanpa batas apabila daya dukung lingkungan itu terlampaui maka manusia akan mengalami berbagai macam kesulitan.
“ Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya mahkluk hidup, zat, energy dan/ atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiagtan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya”. Mahlkuk hidup, zat, atau energi yang dimasukkan kedalam lingkungan hidup tersebut biasnya merupakan sisa suatu usaha dan atau kegiatan manusia. Sisa suatu usaha da atau kegiatan manusia desebut juga limbah. Karena itu dapat dikatakan bawa salah satu penyebab pencemaran lingkungan adalah sebagai akibat adanya limbah yang dibuang kedalam lingkungan hingga daya dukungnya terlampaui. Pencemaran lingkungan tersebut merupakan sumber penyebab gangguan kesehatan pada masyarakat.
Untuk mengetahu apakah te4lah terjai periusakan atua pencemaran lingkuang, indicator yang digunakan adalah  baku utu lingingan hidup. Untdan-undang RI No.23 tahun 1997  tentan penglolaan lingkuan hidpp pasal 1 ayat (11) menyebutkan :
 “baku mutu lingkungan hidup adalah ukuran batas atau kadar mahluk hidup, zat, energy atau komponen yang ada patau harus ada dan atau unsur pencemar yang ditengan keberadaanya dalam suatu sumer daya tertentu sebagai unsur lingkungan dhidup.”  Di Indonesia dikenal adanya baku mutu air limbah, baku mutu udara ambien, baku mutu udara emisi dan baku mutu air laut dengan pengertian sebagi berikut :
a.       Bakumutu air adalah ukuran batas atau kadar mahkluk hidup,zat, energy, atau komponen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemaran yang ditenggang keberadaanya di dlam air.
b.      Bakumutu air limbah adalah btas atau kadar unsur pencemar dan atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaanya dalam air limbah yang akan dibuang atau dilepas ke dalam sumber air dari suatu usaha dan kegiatan,
c.       Baku mutu udara ambien adalah batas yang diperbolekan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di udara, namun tidak menimbukan gangguan terhadap mahkluk hidup, tumbuh tumbuhan dan atau benda.
d.      Baku mutu udara emisi adalah batas kadar yang diperboleh kan bagi zat atau bahan pencemar untuk dikeluarkan dari sumber keudaran sehinga tidak mengakibatkan dilampauinya baku mutu udar ambien
e.      Baku mutu air laut adalah batas atau kadar mahkluk hidup, zat, energy atau komponen lain yang ada atau harus ada, dan zat atu bahan pencemar yang ditenggang adanya dalam air laut.
Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan komponen-komponen limbah yang dibuang ke lingkugan hidup  tidak diizikan melebihi ketentuan yang ditetapkan dalam baku mutu lingkungan hidup.
D.      Penutup.
Kondisi kesehatan individu dan masyarakat dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, kualitas lingkungan yang buruk merupakan penyebab timbulnya berbagai gangguan pada kesehatan masyarakat. untuk mewujudkan status kesehatan masyarakat yang optimum diperlukan suatu konsisi atau keadaan lingkungan yang juga optimum.

         Daftar pustaka : Kesehatan Lingkungan , Ricky M Mulia

Free $ For You..Click :
http://payripo.com/?share=198312
 
 
 

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Pengertian (Definisi) K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)  Advertisements : Terdapat beberapa pengertian dan definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang dapat diambil dari beberapa sumber, di antaranya ialah pengertian dan definisi K3 menurut Filosofi, menurut Keilmuan serta menurut standar OHSAS 18001:2007. Berikut adalah pengertian dan definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) tersebut : Filosofi (Mangkunegara) : Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur. Keilmuan : Semua Ilmu dan Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan. OHSAS 18001:2007 : Semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja. Pengertian/definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di atas merupakan pengertian/definisi K3 yang secara umum digunakan dan diajarkan, namun di luar referensi di atas masih banyak referensi mengenai pengertian/definisi K3 baik menurut ILO ataupun OSHA namun tidak kami bahas dalam artikel ini sehingga bisa didapatkan melalui penelusuran di mesin pencarian internet.